Video: Sistem pertahanan Rusia kembali gagal menghadapi serangan Ukraina di Krimea

Video: Sistem pertahanan Rusia kembali gagal menghadapi serangan Ukraina di Krimea. Telegram @war_home
Video: Sistem pertahanan Rusia kembali gagal menghadapi serangan Ukraina di Krimea. Telegram @war_home

Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina mengonfirmasi bahwa drone pengintai dan penyerang telah mengenai lima komponen dari sistem pertahanan udara canggih Rusia S-400 Triumph di Krimea yang diduduki.

+ Klik di sini untuk menonton videonya

Operasi ini dilakukan oleh unit khusus “Ghosts” dan menjadi pukulan signifikan lainnya terhadap kemampuan pertahanan Rusia di semenanjung tersebut.

+ Video: Drone Ukraina Hancurkan Peluncur Langka M1991 Korea Utara di Donetsk

Menurut laporan, drone Ukraina menghancurkan dua radar multifungsi 92N6E yang bertanggung jawab untuk mendeteksi, melacak target, dan memandu rudal — dengan kemampuan melacak hingga 100 target secara bersamaan dan mengarahkan hingga 72 rudal. Selain itu, dua radar deteksi 91N6E juga dihantam — peralatan penting untuk mendeteksi ancaman dan mengoordinasikan peluncuran rudal.

Video: Sistem pertahanan Rusia kembali gagal menghadapi serangan Ukraina di Krimea. Telegram @war_home

Unit kelima yang dihancurkan tidak dirinci, tetapi operasi ini kembali menunjukkan kerentanan sistem Rusia terhadap taktik perang asimetris modern. S-400 Triumph, yang banyak dipromosikan oleh propaganda Rusia sebagai salah satu sistem pertahanan udara terkuat di dunia, telah mengalami kegagalan berulang kali terhadap serangan drone terkoordinasi dalam perang berskala besar yang dimulai sejak 2022.

Unit “Ghosts” terus melancarkan serangan terhadap target strategis di Semenanjung Krimea, secara perlahan melemahkan kemampuan Rusia untuk mempertahankan dominasi udara di wilayah tersebut.

+ Bintang Reality Show Turki Nihal Candan Meninggal di Usia 30 Tahun dengan Berat Hanya 22 Kg

Sumber dan gambar: Militarnyi.com – Telegram @war_home. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.

Back to top